Arsip Berita

Livestockreview.com, Bisnis. Tantangan pembangunan peternakan di Indonesia tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing dan memiliki kecakapan/kompetensi yang dapat diandalkan. Bidang pekerjaan dan keahlian pada sektor peternakan cukup beragam dengan kompleksitas keahlian pada aspek-aspek hulu dan hilir industri peternakan. Bidang pekerjaan peternakan juga sudah menjadi bidang pekerjaan global, dimana persaingan posisi dan jabatan sudah menjadi komoditas internasional.Salah satu aspek hulu dalam industri peternakan adalah industri pakan ternak. Pakan merupakan komponen terbesar, berkisar pada 70-80% dalam komposisi biaya usaha peternakan. Faktor efisiensi dan optimalisasi produksi pakan akan memberi dampak pada efisiensi dalam kegiatan usaha peternakan.

Efisiensi dan optimalisasi ini sangat erat kaitannya dengan aspek teknis operasionalisasi produksi dan kualitas pakan. Operasionalisasi industri pakan ternak memerlukan dukungan sumber daya manusia berkualitas di bidangnya, antara lain sumber daya manusia dalam bidang nutrisisionist (kekhususan tertentu berdasarkan komoditas ternak), formulator, pengawas mutu pakan/quality kontrol, dan kepala gudang serta agrostologist.

Mutu lulusan perguruan tinggi dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti mutu input mahasiswa, proses pembelajaran, infrastruktur pendukung baik fisik (laboratorium, farm) maupun SDM (kualifikasi pengajar) dan kurikulum pembelajaran yang dipergunakan. Orientasi lulusan peternakan khususnya dalam bidang Ilmu Nutrisi dan Pakan harus diarahkan menjadi sebuah profesi. Profesi yang dimaksud adalah pengakuan keahlian atas kompetensi dalam bidang nutrisi dan pakan serta tersertifikasi.

Melihat hal itu, Asosiasi Ahli Nutrisi dan Pakan Indonesia (AINI) memandang perlu adanya suatu ujung tombak yang dapat mengakselerasi bidang keahlian sekaligus menguji kualitas (quality control) dari keahlian-keahlian dibidang Nutrisi dan Pakan Ternak. Untuk menelaah hal itu, AINI hari ini, 15 Desember 2012 menggelar sebuah workshop, yang merupakan realisasi dan tindak lanjut dari cita-cita AINI untuk pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) bidang nutrisi dan pakan sudah menjadi keharusan dan tuntutan pasar tenaga kerja. Hal ini dapat terlaksana dengan bekerjasama dan melibatkan lembaga/instansi lainnya seperti Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Perguruan Tinggi, Asosiasi Industri Pakan (GPMT) dan Pemerintah.

Tujuan workshop adalah untuk menyamakan persepsi dan pemahaman tentang pentingnya sertifikasi profesi di bidang Nutrisi dan Pakan Ternak antara akademisi, asosiasi profesi, industri pakan dan asosiasi industri pakan, serta pemerintah; menggagas pembentukan lembaga sertifikasi profesi bidang Nutrisi dan Pakan Ternak sebagai ujung tombak quality control keahlian di bidang Nutrisi dan Pakan Ternak, yang berafiliasi lisensi dengan Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT), Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPSDMP); serta mendeklarasikan kerjasama dan integrasi para pihak terkait dan membentuk Tim Kerja sebagai penggagas dan pelaksana pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi Bidang Nutrisi dan Pakan Ternak.

Source: www.livestockreview.com