Guest lecturer: Hans Corten (CAH Vilentum University)

alt

Pada hari Rabu, tanggal 25 Februari 2015, bertempat di ruang sidang Fakultas Peternakan IPB, staf Fakultas Peternakan mendapatkan kesempatan kuliah umum dari Hans Corten. Hans Corten merupakan seorang staf pengajar dari CAH Vilentum University yang tengah terlibat dalam kegiatan kerjasama “Character Building in Agribussiness“ di IPB. Dalam kesempatan ini Hans menyampaikan mengenai “Labour Market and Education”

Hans Corten menjelaskan mengenai kesenjangan yang terjadi antara kebutuhan pasar industri dengan sistem pendidikan yang dilakukan di universitas sebagai penyedia tenaga kerja untuk industri. Di dalam dunia kerja, kebutuhan tenaga kerja didefinisikan dengan tingkat pendidikan, nilai kelulusan, kemampuan personal dalam berbagai kegiatan dan ketrampilan khusus berdasarkan latar belakang pendidikan atau kebutuhan industri. Di satu sisi, sistem pendidikan di universitas yang terkerangka dalam bentuk kurikulum menentukan dasar kemampuan dan ilmu pengetahuan yang harus dimiliki oleh seorang mahasiswa. Perbedaan mendasar dalam sistem pendidikan pada akhirnya menyebabkan kompetensi lulusan universitas tidak memiliki kesesuaian dengan kompetensi yang dibutuhkan pasar.

alt

Pada perkembangannya, dunia kerja saat ini telah mengalami perubahan signifikan dalam kurun waktu kurang dari satu abad terakhir. Jika pada tahun 1950-an, orang rata-rata memiliki satu pekerjaan sepanjang hidupnya dan bergantung untuk penghidupannya pada pekerjaan tersebut. Pada tahun 1990-an, orang mulai mengalami perpindahan jenis pekerjaan dari jenis yang sama maupun berbeda keahlian. Pada saat ini orang telah mudah berpindah pekerjaan, bahkan kadang memilih untuk mengembangkan usaha pribadi. Hal ini berlaku hampir di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Hans Corten menyampaikan beberapa contoh penerapan kurikulum yang dilakukan di CAH Vilentum University untuk dapat mencapai tingkat kemampuan personal yang diminta dunia kerja. Universitas menerapkan pendidikan dengan fokus pada peningkatan kemampuan personal mahasiswa dengan memberikan dasar ilmu pengetahuan mengenai bidang tertentu. Penekanan pembekalan kemampuan personal mahasiswa pada akhirnya akan membawa mahasiswa pada kemampuan untuk beradaptasi pada berbagai pekerjaan yang mungkin akan dipilih pada masa mendatang. Pada sistem ini berbagai kegiatan lapang sangat dibutuhkan untuk mengembangkan kemampuan personal, baik berupa keahlian maupun kemampuan kerja.(nrk)